Mengenal Pencahayaan Bangunan

Pencahayaan adalah salah satu elemen penting yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan interior maupun arsitektur. Pencahayaan selain berfungsi sebagai penerangan juga dapat dijadikan sebagai aksesoris untuk memberi nilai estetika sebuah ruang maupun fasad.

Pencahayaan terbagi menjadi dua berdasarkan sumbernya, yaitu pencahayaan alamiah atau daylighting dan pencahayaan buatan atau biasa disebut dengan artificial lighting.

Pencahayaan Alamiah 

pencahayaan alami rumah minimalis

Pencahayaan alamiah adalah pencahayaan yang bersumber dari sinar matahari yang muncul dari pagi menjelang siang hingga sore hari. Kelebihan dari pencahayaan ini adalah hemat biaya, karena tidak bergantung kepada energi listrik, serta tidak membutuhkan perawatan instalasi seperti pencahayaan buatan. Namun kerugiannya ada pada intensitas cahaya yang tidak dalam kendali manusia. Akibatnya, hasil pencahayaan kerapkali tidak konsisten. Pada umumnya pencahayaan alamiah diperoleh melalui pintu, jendela, atau dengan cara memasang jendela kaca di atap (skylight).

Pencahayaan Buatan 

Pencahayaan buatan merupakan pencahayaan yang memanfaatkan teknologi buatan manusia atau energi olahan seperti lampu. Pencahayaan buatan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan cahaya pada siang maupun malam hari, dan terutama untuk kebutuhan cahaya di dalam ruang. Tujuannya adalah, untuk membantu indra visual manusia melakukan aktivitasnya dengan tepat.

Dalam penempatannya, intensitas sumber cahaya harus bersifat tetap, merata, tidak menyilaukan, tidak kedap-kedip, dan sehat untuk mata. Kelebihan dari konsep pencahayaan buatan adalah, intensitas cahaya yang lebih stabil serta pilihan warna yang bervariasi. Sementara itu kerugiannya adalah, memerlukan perawatan untuk sumber cahaya dan instalasinya. Selain itu, pencahayaan ini sangat bergantung pada energi buatan sehingga membutuhkan biaya.

Berdasarkan pengaplikasiannya, pencahayaan buatan terbagi menjadi dua cara, yaitu sistem pencahayaan langsung dan tidak langsung. Berikut penjelasannya

Sistem Pencahayaan Langsung

pencahayaan buatan kamar tidur

Sistem pencahayaan langsung merupakan penempatan sumber cahaya secara langsung pada permukaan bidang aplikasi, baik dalam pencahayaan alami maupun pencahayaan buatan. Permainan cahaya langsung memunculkan efek bayangan yang kuat serta menjadikan beberapa bidang tak tersinari.
Tujuan dari sistem pencahayaan ini adalah, mengoptimalkan penerangan umum untuk meningkatkan intensitas cahaya ruang, agar mendukung kegiatan yang ada di ruangan tersebut. Pengaturan yang tepat dan cermat dalam peletakan titik cahaya langsung akan memberikan kesan tegas, fungsional, dan nyaman.

Sistem Pencahayaan Tidak langsung

Sistem ini merupakan sistem yang menempatkan sumber cahaya dibalik suatu bidang aplikasi, dan memanfaatkan refleksi cahaya dari balik bidang tersebut untuk membentuk kesan cahaya tertentu. Permainan cahaya tidak langsung menghasilkan efek gradasi dan bayang-bayang pada bidang yang tidak terkena cahaya.

Sistem pencahayaan ini memiliki tujuan utama yaitu untuk menegaskan kesan tertentu dari suatu ruang, atau membentuk batasan pada suatu bidang aplikasi.

Fungsi pencahayaan Secara Umum

pencahayaan lobby

Fungsi utama adalah sebagai penerangan. Selain itu bila dilihat secara fungsional, penerangan dibedakan menjadi 3 yaitu general lighting, task lighting, dan decorative lighting.

  • General lighting atau penerangan merata adalah penerangan yang mutlak ada dan harus rata menerangi seluruh ruangan, fungsi penerangan ini adalah untuk membantu kita melihat dengan jelas dan melakukan aktivitas.
  • Task lighting ( penerangan setempat ), adalah untuk mendukung kegiatan tertentu yang butuh cahaya lebih terang seperti membaca, memasak, dan menulis.
  • Decorative lighting atau bisa juga disebut accent lighting, merupakan penerangan tambahan yang lebih berperan dalam segi estetika.

Nah, penggunaan ketiga jenis penerangan ini bisa dikombinasikan dalam sutu ruang atau dapat juga digunakan masing-masing sesuai dengan kebutuhan ruang.

Peran pencahayaan dalam Interior

Pencahayaan dalam dunia desain interior adalah salah satu faktor penting. Dengan adanya pencahayaan ruangan dapat membawa suasana berbeda dan interior rumah pun bisa menjadi lebih “cantik”. Mempercantik rumah dengan cahaya tidak cukup hanya dengan menyalakan saklar lampu.  Namun, ada beberapa proses yang harus dilakukan. Proses tersebut adalah dengan memahami prinsip dan fungsi cahaya.

pencahayaan koridor

Yang kita ketahui adalah ada 2 sumber cahaya, yaitu cahaya alami yang berasal dari matahari dan cahaya buatan yang berasal dari lampu. Diwaktu siang hari, sifat penerangan yang diberikan oleh matahari adalah penyinaran yang merata dan terus menerus. Oleh sebab itu, dalam aplikasinya sering dilakukan pengendalian terhadapnya, yaitu dengan menggunakan elemen tertentu seperti jendela kaca yang dilengkapi dengan horizontal blind. Dengan begitu, jumlah cahaya yang masuk bisa diatur.

Sedangkan pada malam harinya, cahaya matahari digantikan dengan cahaya buatan yaitu lampu. Seiring berjalannya waktu, cahaya buatan tidak hanya berfungsi sebagai penerang yang membantu penglihatan manusia saja, namun, juga sebagai elemen dekorasi yang atraktif. Efek dari cahaya buatan ( lampu ) dapat menonjolkan sisi keindahan dari suatu benda dan menciptakan suasana tertentu pada sebuah ruang.

Ada dua peranan cahaya bagi desain interior dan arsitektur, peranan pertama adalah secara fungsional untuk mengenali bangunan. Pada malam hari, kehadiran lampu akan membantu indera penglihatan kita untuk mengidentifikasi benda-benda. Karena, tanpa cahaya, keunikan suatu arsitektur bangunan, unsur dekoratif pada elemen fasad, detail tekstur, ornamen, dan warna bagunan akan hilang atau tidak tampak.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan Pencahayaan Alami:

  • Menyesuaikan lebar jendela yang akan digunakan dengan lebar ruangan, agar cahaya yang diserap tidak terlalu banyak ataupun sedikit.
  • Menghindari peletakan jendela di sisi barat dan timur. Hal ini dikarenakan indonesia terletak pada kawasan tropis, dimana sinar matahari dapat menjadi terlalu terang dan terlalu panas.
  • Bila memang terpaksa membuat jendela yang menghadap ke sisi tersebut, sebaiknya diberikan pembatas atau filter seperti kisi-kisi, pepohonan, ataupun overhang.
  • Untuk penggunaan skylight, pastikan bahwa skylight tersebut tidak memiliki celah yang memungkinkan masuknya air hujan.

Pengaturan Pencahayaan Buatan juga memerlukan perhatian. Bahkan ekstra perhatian. Hal ini dikarenakan pencahayaan ini bergantung kepada energi buatan.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan Pencahayaan Buatan.

  • Pemilihan penggunaan lampu sesuai dengan kegiatan yang terjadi didalam ruang. Setiap jenis aktivitas memiliki kebutuhan intensitas cahaya yang berbeda. Sebagai contoh pencahayaan pada kamar tidur sebaiknya tidak terlalu terang dan silau, agar memberikan efek nyaman pada saat beristirahat. Sebaliknya, ruang dengan aktivitas yang tinggi seperti ruang kelas membutuhkan pencahayaan yang cukup terang, sehingga mampu mengakomodir indra visual pengguna ruangnya secara optimal.
  • Pengaturan posisi peletakan cahaya buatan dengan baik, agar menghasilkan cahaya atau sinar yang tepat guna. Yaitu ketika posisi jatuh cahaya sesuai kebutuhan maupun keinginan.
  • Berdasarkan jenisnya, lampu terdiri dari beberapa tipe dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebaiknya, sebelum melakukan pemilihan jenis lampu, kenali terlebih dahulu jenis-jenis lampu yang akan dipergunakan agar sesuai dengan kebutuhan secara optimal dan mengefisienkan biaya yang dikeluarkan.
  • Pemilihan warna lampu juga perlu disesuaikan dengan fungsi penerangan dan fungsi ruangan itu sendiri. Jika nilai estetika dengan permainan tema yang ingin ditonjolkan, maka dapat menggunakan warna-warna unik sepeti biru atau ungu.

Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan pencahayaan saat ini bukan saja sebagai pemenuh kebutuhan fungsional, tetapi juga kebutuhan estetika terhadap desain interior maupun arsitektur.

pencahayaan ruang kantor

Peranan yang kedua adalah cahaya dapat meningkatkan kualitas estetika bangunan dan ruang. Detail dan elemen arsitektur serta ruang yang spesifik bisa ditonjolkan dengan jenis penerangan tertentu sehingga objek tersebut menjadi lebih indah dan dominan. Cahaya lampu dapat membuat nuansa dan karakter ruang yang diinginkan.

Efek cahaya juga bisa bisa menimbulkan kesan ruang yang lebih luas, atau memeberi kesan tertentu yang berpengaruh pada jiwa penghuninya. Misalnya, cahaya biru dipercaya dapat menenangkan pikiran, cahaya hijau cocok untuk relaksasi dan menyeimbangkan emosi, cahaya merah berkesan eksotik.

Pemilihan Jenis Pencahayaan     

Untuk bangunan industri dan komersial, pemilihan jenis pencahayaan dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  • Pencahayaan umum (general overhead)
  • Pencahayaan setempat (localized overhead)
  • Pencahayaan gabungan (local and general)

Sistem pencahayaan umum sudah jelas. Sistem b terutama diaplikasikan dipabrik dimana terdapat barisan meja kerja. Barisan luminer lampu TL (fluorescent) dipasang diatas setiap barisan meja. Cahaya limpasan (spill light) dari barisan luminer dan cahaya pantulan pada umumnya sudah cukup untuk keperluan pergerakan di dalam ruangan. Sistem c dapat diterapkan pada tempat yang memerlukan tingkat penchayaan tinggi, 1000 lux atau lebih.

Pemilihan Luminer

 Terlepas dari pertimbangan atas kualitas konstruksi yang antara lain meliputi kemudahan dalam pemeliharan, pemilihan luminer akan bergantung pada bentuk distribusi cahaya yang diinginkan dan persyaratan ada. Misalnya untuk bangunan industri dan komersial, jika tidak ada persyratan khusus, luminer selain harus dapat memberikan tingkat pencahayaan pada bidang horizontal sesuai dengan standar, juga memberikan tingkat pencahayaan yang cukup memadai pada bidang vertical.

Tata Letak Instalasi

Titik tolak dari faktor ini adalah tempat dari tugas visual dan jumlah cahaya yang dibutuhkan (untuk kondisi di Indonesia, jumlah cahaya atau tingkat pencahayaan yang direkomendasikan untuk berbagai tugas visual dapat dilihat pada tabel I SK-SNI T-14-1993-03). Selanjutnya berdasarkan persyaratan-persyaratan tersebut, dilakukan perhitungan untuk menentukan jumlah titik lampu/ luminer dan daya listrik yang dibutuhkan dengan menggunakan metoda lumen. Dengan mempertimbangkan keseragaman tingkat pencahayaan pada bidang kerja, dapat ditentukan jarak antar luminer dan ketinggiannya.

pencahayaan gedung

Pencahayaan Alami pada Rumah Tinggal

pencahayaan ruang tamu

Pentingnya akses cahaya pada siang hari menjadi fokus utama dalam pencahayaan alami di dalam rumah. Hal ini dikenal dengan istilah “borrowed light”: penangkapan cahaya yang jatuh pada bagian luar rumah dan membawanya ke ruang yang membutuhkan.

Memanfaatkan energi cahaya ini tidak sesederhana menempatkan jendela pada dinding eksterior. Interior kamar tanpa akses ke dinding eksterior atau ruang yang aksesnya terbatas ke cahaya matahari merupakan masalah umum. Masing-masing ada solusi yang unik.

Berikut adalah beberapa solusinya.

  • Dinding.
pencahaayaan ruang keluarga

Dinding interior dibangun untuk mengumpulkan dan menyebarkan cahaya daripada membatasinya adalah salah satu solusi. Dinding yang ditampilkan di sini mengumpulkan cahaya tidak langsung dari kamar mandi yang penuh cahaya yang berdekatan dan mengkapitalisasi sifat reflektif dari permukaan dinding kamar mandi untuk meredakan cahaya ke kamar tidur. Kaca akan mengirimkan jumlah terbesar cahaya ke dalam ruang yang berdekatan. Dan karena kaca di sini diposisikan di atas ketinggian mata, aktivitas mandi tetap memiliki privasi dan kedap suara.

Dinding putih pada kamar mandi yang sama sebagai sumber cahaya tidak langsung untuk kamar tidur di dekatnya. Cerah, warna-warna netral bekerja dengan baik untuk strategi “borrowed-lighting” secara tidak langsung.

pencahayaan interior kamar mandi

 Karena material tembus pandang bersifat mencerminkan, menyerap dan menghamburkan cahaya, desainer membuat dinding besar untuk meminjam cahaya. Tingkat tembus akan mempengaruhi seberapa banyak cahaya yang tersebar. Efeknya mirip dengan mengaburkan pandangan langsung tapi mempertahankan bagian cahaya matahari. Cahaya menyebar dengan nyaman dan membatasi kelelahan mata.

Cahaya tembus dapat dicapai dalam berbagai cara. Misalnya dengan menggunakan sandblasted glass atau acid-etched glass. Dapat juga dengan tekstur atau dilaminasi. Dengan kaca laminasi, interlayer plastik meminjamkan efek tembus mirip dengan yang dibuat oleh sandblasting.

  • Tangga.
pencahayaan area tangga

Pilihan lain dan cara efisien untuk meminjam cahaya di rumah adalah tangga. Ini adalah saluran alami untuk menerangi ruang yang lebih rendah dan kurang cahaya. Jika tangga dapat diposisikan untuk menangkap dan memantulkan cahaya dari atas baik sepenuhnya oleh kaca atau menggunakan langit-langit, bisa lebih efektif.

Kombinasi pelindung kaca dan dinding putih telah menjadikan tangga sebagai sumber cahaya untuk kamar sekitarnya. Sebuah dinding kokoh yang digunakan di sini akan mengubah ruang ini secara dramatis.

  • Jendela interior.
ide pencahayaan interior rumah

Baik menggunakan kaca bening atau buram, ada banyak insentif fungsional untuk meminjam cahaya menggunakan jendela interior. Jendela tersebut membawa cahaya dari ruang tamu yang berdekatan sambil menjaga privasi suara ruangan.

  • Skylight.
pencahayaan rumah minimalis

Karena kubah langit di atas adalah sumber cahaya terbesar, sulit untuk menemukan cara yang lebih efisien untuk meminjam cahaya di sini daripada langit. Pada banyak perkotaan yang padat, langit-langit dapat digunakan dalam hubungannya dengan atrium interior atau cahaya dengan baik dan dikelilingi oleh dinding reflektif untuk meningkatkan efisiensi.

Demikianlah artikel kami tentang Mengenal Pencahaayaan, semoga dapat menambah pengetahuan dan menginspirasi anda untuk dapat di aplikasikan pada rumah impian anda.  Apakah Anda berencana melakukan renovasi atau membangun rumah dan saat ini sedang mencari konsultan jasa desain arsitektur?, Hubungi kami, tim Arsitek Rumahan untuk desain rumah dan bangunan anda

Baca juga.

  1. Psikologi Arsitektur
  2. Mengenal Tangga Rumah
  3. Fungsi Sketsa Bagi Arsitek

Comments are closed.

UA-68162476-1
%d bloggers like this: