Keunikan Arsitektur Rumah Joglo

Memahami Keunikan Arsitektur Rumah Joglo

arsitek rumah tradisional jawa

Filosofi Arsitektur Rumah Joglo

Ada masa ketika bangunan dibangun tanpa melibatkan arsitek namun tetap menghasilkan karya arsitektur yang indah dan kuat secara struktur, contoh dari karya arsitektur pada masa tersebut adalah bangunan-bangunan tradisional di Indonesia, termasuk rumah Jawa Tradisional yaitu rumah Joglo. Menurut ahli budaya, keindahan dan kekuatan arsitektur rumah joglo merupakan dampak dari proses  perancang yang  tidak hanya memeperhatikan sisi keindahan tetapi juga mengedepankan ajaran-ajaran atau filosofi luhur

Arsitektur rumah joglo memang dikenal dengan gaya arsitekturnya yang unik dan sarat akan nilai-nilai  filosofis tentang pola tingkah laku manusia dalam bermasyarakat, bahkan setiap sudut ruangan dan bentuk rumah ini memiliki makna tersendiri yang membuatnya semakin unik dan istimewa. Berikut beberapa filosofi dari arsitek rumah joglo:

  1. Pager Mangkok

Rumah tradisional di Jawa Tengah  umumnya tidak menggunakan pagar. Umumnya, rumah asli penduduk Jawa Tengah terutama di lingkungan pedesaan jawa tengah masih menggunakan desain lama yaitu tidak berpagar sama sekali, jika ada pagar di rumah tersebut umumnya juga pagarnya terbuat dari tanaman perdu yang tingginya tidak sampai 1 meter. Hal ini dalam filosofi arsitek rumah Joglo dikenal dengan pager mangkok yaitu filosofi bahwa rumah lebih baik tidak dipagar agar penduduk bisa saling membaur di halaman.

  1. Pintu di Tengah Rumah

Arsitektur rumah direncanakan dengan posisi pintu utama diletakan di tengah rumah.  Posisi pintu di tengah rumah ini direncanakan utnuk menembus ruangan hingga ke belakang rumah. Hal ini tentu mengambarkan keterbukaan antar penghuninya

  1. Teras di Depan Rumah

Halaman depan rumah joglo umumnya dilengkapi teras, hal ini dimaksudkan sebagai sarana untuk berkumpul antara pemilik rumah dan tamu. Kekhasan ini muncul karena orang Jawa memang memiliki budaya saling mengunjungi.

  1. Halaman yang Lebih luas

Rata-rata orang Jawa asli memiliki rumah yang di depannya ada halaman. Halaman ini bisa ditanami tumbuhan, namun bisa juga kosongan saja. Halaman ini biasanya digunakan untuk tempat bermain anak-anak saat terang bulan purnama.

Selain kandungan filosofi yang dalam, teradapat banyak keunikan lain yang dapat kita temui dalam arsitektur rumah joglo,  salah satu keunikan tersebut terletak pada desain rangka atapnya yang memiliki bubungan cukup tinggi. Desain atap tersebut  dihasilkan dari penyusunan pola tiang kolom penyangga rumah yang unik. Kolom utama diletakan pada bagian tengah rumah berjumlah 4 tiang menyangga beban atap dan merupakan tempat pertemuan rangka atap. Keempat tiang tersebut disebut “soko guru”.

Dari sisi Atap, umumnya arsitektur rumah joglo yang kita temui saat ini beratap genteng kodok atau genteng  tanah yang terbuat dari tanah liat, sebelumnya  atap rumah joglo menggunakan ijuk atau alang-alang yang dianyam. Penggunaan desain rangka atap dengan bubungan tinggi dan material atap dari bahan alam merupakan salah satu hal yang membuat rumah Joglo terasa dingin dan sejuk. Dari sisi struktur rumah Joglo menggunakan kayu keras sebagai struktur utama, baik untuk dinding, tiang, rangka atap, kusen pintu, jendela, dan bagian lainnya. Kayu jati adalah pilihan utama yang kerap ditemukan pada rumah-rumah joglo.  

Fungsi Rumah Adat

Selain sebagai ikon budaya dan gambaran kehidupan sosial masyarakat Jawa, arsitek rumah Joglo pada dasarnya juga berfungsi sebagai tempat tinggal. Untuk menunjang fungsi yang satu ini, rumah adat Jawa Tengah ini dibagi menjadi beberapa ruangan dengan fungsinya masing-masing seperti terlihat pada denah berikut:

arsitektur rumah joglo

  • Pendhapa, Bagian ini terletak di depan rumah. Biasanya digunakan untuk aktivitas formal, seperti pertemuan, tempat pagelaran seni wayang kulit dan tari-tarian, serta upacara adat. Meski terletak di depan rumah, tidak boleh dilewati sembarang orang yang hendak masuk ke dalam rumah. Jalur untuk masuk ada sendiri dan letaknya terpisah memutar samping pendapa.
  • Pringitan, Bagian ini terletak antara pendapa dan rumah dalam (omah njero). Selain digunakan untuk jalan masuk, lorong juga kerap digunakan sebagai tempat pertunjukan wayang kulit.
  • Dalem omah, Bagian ini sering pula disebut omah mburi, dalem ageng, atau omah saja.  kadang disebut juga sebagai omah-mburi, dalem ageng atau omah. Kata omah dalam masyarakat Jawa juga digunakan sebagai istilah yang mencakup arti kedomestikan, yaitu sebagai sebuah unit tempat tinggal bagian ini terdiri atas:
    • Senthong-kiwo, Berada di sebelah kanan dan terdiri dari beberapa ruangan. Ada yang berfungsi sebagai kamar tidur, gudang, tempat menyimpaan persediaan makanan, dan lain sebagainya.
    • Senthong tengah, Bagian ini terletak ditengah bagian dalam. Sering juga disebut pedaringan, boma, atau krobongan. Sesuai dengan letaknya yang berada jauh di dalam rumah, bagian ini berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga, seperti harta keluarga atau pusaka semacam keris, dan lain sebagainya 
    • Senthong-tengen, Bagian ini sama seperti Senthong kiwa, baik fungsinya maupun pembagian ruangannya. 
  • Gandhok dan pawon, Merupakan bangunan tambahan yang letaknya mengitari sisi belakang dan samping bangunan inti, umumnya sebagian area area ini diperuntukan bagi dapur rumah.

Demikianlah informasi tentang desain arsitektur rumah Joglo beserta rumah. Saat ini banyak rumah modern yang terinpirasi dari rumah Joglo beberapa inspirasi dapat anda lihat dari youtube di bawah. Apakah Anda tertarik untuk menggunakan desain rumah Joglo sebagai desain hunian Anda? Hubungi kami, tim Arsitek Rumahan untuk desain rumah dan bangunan anda

Baca juga.

  1. Memunculkan kesan mewah pada Arsitektur Rumah Modern
  2. Ide Arsitektur Rumah Jepang Bagi Hunian Anda

Comments are closed.

UA-68162476-1
%d bloggers like this: